Pertemuan 6 (Organisasi File Sequential)
1.
Pengertian File Sequential
Merupakan cara yang paling
dasar untuk mengorganisasikan kumpulan record-record dalam sebuah berkas. Dalam
organisasi berkas sequential, pada waktu record ini dibuat, record-record
direkam secara berurutan. Contoh : Lagu yang ada dikaset.
- Organisasi
File Relative
- Suatu
berkas yang mengidentifikasikan record dengan key yang diperlukan.
- Record
tidak perlu tersortir secara fisik menurut nilai key.
- Organisasi
berkas relatif paling sering digunakan dalam proses interaktif.
- Tidak
perlu mengakses record secara berurutan (consecutive).
- Sebaiknya
disimpan dalam Direct Access Storage Device (DASD) seperti magnetic
disk/drum.
- Contoh
: Lagu yang ada pada CD (Compact Disk)
- Indexed
Sequential
Merupakan
salah satu cara yang efektif untuk mengorganisasi kumpulan record-record yang
membutuhkan akses record secara sequential maupun secara individu berdasarkan
nilai key. Contoh : Mencari arti kata dalam kamus.
- Multi –
Key
Merupakan
organisasi yang dapat mempunyai sebuah file yang di akses dengan banyak cara.
Contoh : Sistem perbankan yang memiliki banyak pemakai.
Secara umum
keempat teknik dasar tersebut berbeda dalam cara pengaksesannya, yaitu :
- Direct
Access;
Adalah suatu
cara pengaksesan record yang langsung, tanpa mengakses seluruh record yang ada.
Contoh : Magnetic Disk.
- Sequential
Access;
Adalah suatu
cara pengaksesan record, yang didahului pengaksesan record-record di depannya.
Contoh : Magnetic Tape.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi dalam proses pemilihan organisasi file :
- Karakteristik
dari media penyimpanan yang digunakan
- Volume
dan frekuensi dari transaksi yang diproses
- Respontime
yang diperlukan
Cara memilih
organisasi file tidak terlepas dari 2 aspek utama, yaitu :
- Menurut
Model penggunaannya ada 2 cara :
- Batch;
Suatu proses yang dilakukan secara group atau kelompok.
- Interactive;
Suatu proses yang dilakukan secara satu persatu, yaitu record demi record.
- Menurut
model OPERASI FILE ada 4 cara :
- Creation;
> Membuat
struktur file lebih dahulu, menentukan banyak record baru, kemudian
record-record dimuat ke dalam file tersebut.
> Membuat
file dengan cara merekam record demi record.
- 2. Update;
Untuk
menjaga agar file tetap up to date.
Contoh:
Insert / Add, Modification, Deletion.
- Retrieval;
Pengaksesan
sebuah file dengan tujuan untuk mendapatkan informasi.
Inquiry:
Volume data rendah, model proses interactive.
Report
Generation: Volume data tinggi, model proses batch.
File
Retrieval terbagi 2, yaitu :
- Comprehensive
Retrieval,
Mendapatkan
informasi dari semua record dalam sebuah file.
Contoh : *
Display all
* List nama,
alamat
- Selective
Retrieval,
Mendapatkan
informasi dari record-record tertentu berdasarkan persyaratan tertentu.
Contoh : *
List for gaji = 100000
* List nama,
npm, for angkatan = 93
- 4. Maintenance;
Perubahan
yang dibuat terhadap file dengan tujuan memperbaiki penampilan program dalam
mengakses file tersebut.
> Restructuring
Perubahan
struktur file.
Misalnya :
Panjang
field diubah, penambahan field baru, panjang record dirubah.
> Reorganization
Perubahan
organisasi file dari organisasi yang satu, menjadi organisasi file yang lain.
Analisis
Kinerja file Sequential
A. Ukuran Record (R)
R=a.v
a: Jumlah
Atribut (Field pada satu record)
v: Panjang
rata-rata
B. Waktu Pengambilan Record
Tertentu (TF)
ð Pencarian Menggunakan Atribut non kunci belum ada file log
TF = ½ Waktu pencarian log
TF = ½ b*(B/t’) = ½ n*(R/t’)
b = Jumlah Blok
b = n/Bfr
Sudah ada file log
TFO = ½ O*R/t’
TF = ½ (n+O)R/t’
ð Pencarian menggunakan atribut kunci (Pencarian Biner) belum, berbentuk
log
Belum berbentuk log
TF = 2log
(b)(S+r+b+t+c)
TF = 2log
(n/Bfr)(S+r+b+t+c)
Sudah berbentuk log
TF = 2log
(n/Bfr)(S+r+b+t+c)TFO
TF = 2log
(n/Bfr)(S+r+b+t+c) + ½ O(R/t’)
C = Waktu untuk pemrosesan blok
C. Waktu Pengambilan Recor
Berikutnya (TN)
TN = Waktu transfer blok peluang ditemukan nya record dalam blok yang sama
TN = btt/Bfr
D. Waktu Penyisipan Record Baru
(TI)
ð Cari, geser, sisip
TI = TF + ½
(n/Bfr)(btt/TRW)
ð Memakai log file
TI = S+3r+TRW+(TY/O)
E. Waktu Pembaruan Record (TU)
ð Bukan kunci
TU = TF + TRW
ð Terhadap kunci : cari record,
hapus record, sisipkan record
TU = TF (main) + TI
(file log)
F. Waktu Pembacaan Seluruh
Record (TX)
TX = Tsort (O) +
(n+O) (R/t’)
G. Waktu Reorganisasi File (TY)
TY = Tsort (O) + n
old (R/t’) + O(R/t’) + n new(R/t’)
TY = Tsort (O) +
2(n+O)(R/t’)
Tsort = Waktu yang diperlukan untuk mengurutkan satu berkas
Diketahui struktur file seluen :
Parameter harddisk
a.
Putaran disk =
8000 rpm
b.
Seek time =
5 ms
c.
Transfer rate =
2048 byte/ms
d.
Waktu untuk pembacaan dan
penulisan = 2 ms
Parameter
Penyimpanan
a.
Metode blocking =
Fixed blocking
b.
Ukuran blok =
4096 byte
c.
Ukuran pointer blok =
8 byte
d.
Ukuran interblock gap =
1024 byte
Parameter tik
a.
Jumlah record file =
100.000 record
b.
Jumlah field =
8 field
c.
Jumlah nilai =
25 byte
Parameter
Reorganisasi
a.
File log transaksi =
0 record
Parameter
pemrosesan
a.
Waktu untuk pemrosesan blok = 2 ms
Hitung
R, TF, TN, TI, TU,
TX, TY
JAWABAN
R = a.v
= 8.25 = 200
TF non time
FF = ½ n (R/t’)
t’ = (t/2)(R/(RTW))
WG = G/Bfr
Bfr = B/R
= 4096/200
= 20,48
WG = G/Bfr
= 1024/20,48
= 50
WR = B/Bfr
=
4096/20,48 = 200
W = WG + WR
= 50 + 200
= 250
t’ =
(t/2)(R/(R+W))
= 1024
(200/450)
= 1024 *
0,44 = 450,56
TF = ½ n (R/t’)
= ½ 100,000
(200/450,56)
= 50,000*0,49
= 22000
TN = btt/Bfr
btt = B/t
= 4096/2048
= 2
TN = 2/20,48 = 0,09
TU = TF + TRW
= 22000 + 2 =
22002
TX = Tsort + (O) + (n+o) (R/t’)
= O (O) +
(100,000+0)(200/450,56)
= 0 + 100,000
* 0,44
= 44,000
TI = TF + ½
(n/Bfr)(Btt/TRW)
= 22000 + ½
(100,00/20,48) (2/2)
= 22000 + ½
4882,81
= 22000 +
2441,4
= 244414,4
TY = Tshort (0) +
2 (n+0)(R/t’)
= 0(0) + 2 (100,000
+ 0)(200/450,56)
= 0 +
(200,000/0,44)
= 88000